“Jebakan betmen” developer


Bagi yang belum memiliki rumah, membeli rumah dari developer adalah sebuah keinginan banyak orang. Karena biasanya sebuah komplek menawarkan sebuah KONSEP yang menjadikan kita tertarik untuk tinggal di perumahan tersebut.

Tapi hati-hati terhadap developer, karena tanpa kita sadari mereka bisa mengambil keuntungan dari kita. Loh koq bisa.. ?
Bisa saja hal tersebut karena ketidak telitian kita dalam mengawali proses pembelian rumah.

Yang mana sih poin tersebut ?

Begini.. saat baru datang ke marketing developer pasti kita akan diberikan brosur, baik desain rumah dan price list. Biasanya dari price list tersebut ada ketentuan-ketentuan yang kita mungkin sudah baca, tetapi tidak sadar disitulah ada 1 point jebakan, dimanakah  ?

jebakan

jebakan betmen

Dari gambar di atas, dijelaskan bahwa “Jika KPR DITOLAK, uang muka (UM) dikembalikan tetapi dipotong 10% dari UM yang sudah masuk ke developer”

Nah loh… kenapa bisa ditolak, jawabannya adalah ada pada artikel sebelumnya, yaitu pemahaman tentang plafon gaji kita yang berujung pada plafon KPR maksimal yang diberikan BANK.

Kasus :
Harga rumah (All in) = Rp. 150 juta
Gaji = Rp. 2 juta per bulan

Bagaimana bisa dia terjebak ? Jawab :

  • Maka, plafon gaji = Rp. 666 ribu
  • UM (biasanya rata-rata bank 20%) = Rp. 30 juta,(katakanlah uang tsb adalah hasil dia sudah menabung bertahun-tahun atau dapat rezeki nomplok).
  • Administrasi bank
  • KPR = 150 juta – UM (150 juta – 30 juta = 120 juta). Maka KPR Rp 120 juta tersebut, jika menggunakan tabel cicilan KPR bank muamalat, maka cicilannya per bulan adalah Rp. 1.363.916. Jelas masih jauh dengan plafon gajinya (Rp. 666 ribu).
  • Selanjutnya bank pasti akan menginformasikan bahwa jika plafon gajinya jatuh di KPR sekitar Rp. 60 juta. Sedangkan awalnya KPR direncanakan Rp. 120 juta, maka dia harus menambah UM Rp. 60 juta kembali (120 juta – 60 juta), agar KPRnya sesuai (60 juta) dengan plafon gajinya.
  • Jika tidak mampu menambah UM, maka akan ditolak KPR. Sehingga proses jual beli jadi gagal.
  • Akhirnya uang muka yang sudah masuk pun akan dipotong 10% dari UM yang sudah masuk ke developer. Jadilah developer mendapatkan keuntungan Rp. 3 juta, tanpa harus terjual rumahnya.

Jadi kita harus berhati-hati dalam mencermati pembelian rumah dari developer, kita harus pastikan plafon gaji kita cukup untuk KPR yang ditawarkan, karena belum banyak yang faham tentang plafon gaji bahkan hal tsb bisa saja tidak dijelaskan oleh marketing developer. tetapi tidak semua developer seperti itu, namun kita perlu waspada, mengingat baru-baru ini ada berita penipuan yang dilakukan oleh developer.

Jika ada komentar, monggo..

*sepur_nomo

6 thoughts on ““Jebakan betmen” developer

  1. Mau tanya pak, sya mengajukan rumah subsidi kpr dgn harga rumah 125jt, gajih sya 4jt…istri tidaj bkerja,tp sya punya tanggungan motor 1,3 slama 2tahun baru berjalan 3bulan,pertanyaan sya apakah bisa dsetujui oleh bank…trimakasih

    jawab :
    gaji 4 juta, cicilan maksumal,
    1,3 juta.
    punteun lunasi dulu cicilannya

  2. makasih gan…bener2 membantu informasinya…semoga bisa memberikan pencerahan bagi siapa saja yg akan berniat membeli rumah termasuk saya sendiri…:)

Silahkan jika ada pertanyaan dan informasi lainnya

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s