Bisnis Properti Rawan Suap


Baru saja ada berita tentang Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh pihak KPK.

Bisnis properti memang kerap rawan suap.. Yaitu terkait kepengurusan izin dalam proses pembangunan yang pastinya banyak syarat-syarat yang harus dipenuhi, seperti penanggulangan kebakaran, amdal, proses pengelolaan sampah dan lain-lain.

Izin tersebut tidak lah mudah bahkan perlu waktu lama.. Untuk mempermudah proses, akhirnya pihak Developer melakukan suap kepada pihak-pihak di Pemerintah Kabupaten bekasi, salah satunya adalah PUPR kabupaten Bekasi.

Dari hasil konferensi pers pun dikatakan oleh KPK, Bpk La Ode, bahwa komitmen yang disepakati nilainya mencapai 7 milyar, namun belum semuanya dibayarkan dan barang bukti dalam OTT tsb nilainya tidak kurang dari 1 Milyar, padahal nilainya sudah dibayarkan bertahap yang totalnya sudah lebih dari 1 Milyar.

Dari kejadian ini, Admin teringat kepada masalah pembangunan salah satu proyek dari Developer Syariah, yaitu Firdausy Ahla, yang mana pihak Developer mengutamakan jalur normal, sehingga proses berjalan tidak secepat yang diinginkan pihak konsumen dan harapan Developer.

Semoga semua Developer di Bandung mengedepankan kejujuran agar berdampak berkah terhadap hunian yang dibeli oleh pihak konsumen.. Aamiin

Iklan

Silahkan jika ada pertanyaan dan informasi lainnya

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s