Prosedur mengurus Tanah Girik menjadi SHM

Kutipan

Berikut ipbblog sharing tentang cara mengurus Tanah Girik (adat) menjadi Sertifikat Hak Milik (SHM),

119031_20130130114608

Sebuah aset bila tak disertai dengan bukti kepemilikan bisa dinyatakan tidak sah. Begitupun berlaku untuk tanah.

Di Indonesia, dikenal tiga jenis sertifikat tanah yang umum beredar yakni Sertifikat Hak Milik (SHM), Hak Guna Bangunan (HGB), dan Hak Pakai (SHP). Selain ketiganya, masih ada juga beberapa masyarakat yang mengantongi ‘girik atau petok’ sebagai status tanahnya.

Girik bukanlah sebuah sertifikat melainkan tanda kepemilikan tanah berdasarkan hukum adat. Kepemilikan ini tak tercatat di kantor pertanahan. Jadi, tanah sangat rentan disengketakan. Baca lebih lanjut

Pendapat ipbblog tentang beberapa kavling dan perumahan yang dijual murah padahal sertifikat masih AJB

Kutipan

Sertipikat

sumber : birojasasabila.wordpress.com

Kata yang disahkan menjadi “sertipikat” tsb sangat dinanti-nanti oleh pemilik rumah atau tanah, karena berkas surat-surat penting ini adalah benar-benar sangat penting dalam urusannya dengan properti. Tanpa sertipikat, nilai jualnya bisa jatuh di bawah NJOP.. bahkan yang lebih penting lagi adalah berkekuatan hukum..

Ok, kita masuk ke pembahasan inti ya.. perihal sertipikat ini sudah sangat dibutuhkan dalam dunia properti perumahan seperti yang dibahas ipbblog di blog ini.. Lantas, adakah perumahan atau lahan kavling yang masih berstatus belum bersertifikat ? ternyata ada dan bahkan banyak..

Kita bayangkan dulu, jika sebidang lahan yang masih AJB (belum bersertipikat), kemudian diperjual belikan, memang jika tidak memperhatikan legalitas, sah-sah saja dalam hal mencari keuntungan dan kebutuhan. Tapi jika sudah masuk legalitas, bisa runyam ke depannya.. kenapa ?

Tanah AJB itu : Baca lebih lanjut